Home
 Program
 Publikasi
 Ruang Berita
 Tentang Kami
R I S E T...
Penelitian di kawasan TN. Gunung Leuser  
   

Penelitian di TNGL tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan peran Stasiun Penelitian Ketambe didirikan pada tahun 1971 oleh Herman D. Rijksen (Suharto, 2006). Pada awalnya tempat ini difungsikan untuk merehabilitasi orangutan sitaan dari penduduk, dalam rangka penegakan hukum dan konservasi alam. Tempat ini dipilih karena kaya dengan tumbuhan pakan orangutan; misalnya jenis-jenis beringin (Ficus spp.), durian (Durio sp.) dan banyak jenis yang lain. Tempat ini merupakan semenanjung yang diapit oleh dua sungai yaitu Sungai Ketambe dan Sungai Alas, terletak di dalam TNGL. Pertimbangan lainnya ialah tempat ini jauh dari perkampungan penduduk dan dapat dijangka dengan kendaraan roda empat pada lintasan jalan Kutacane - Blangkejeren. Pada awalnya pusat penelitian Ketambe seluas 1.5 km2 (Rijksen, 1978). Ketika Unit Management Leuser bekerja pada tahun 1998, dikembangkan beberapa Stasiun Penelitian (SP), yaitu SP Agusan, SP.Bengkung, SP.Gunung Air, SP.Soraya, dan SP.Suaq Belimbing. Namun saat ini, hanya SP. Ketambe yang masih berfungsi secara baik.

Pada 1979, Schurman memperluas, mengukur, dan memetakan dengan sangat akurat pusat penelitian Ketambe sehingga luasnya menjadi 4.5 km2. Pada Pebruari 1979, seluruh orangutan rehabilitan di Ketambe dipindahkan ke Stasiun Rehabilitasi Orangutan Bohorok, sejak itu Ketambe hanya difungsikan sebagai pusat penelitian.

Menurut Mogea, JP dalam LIPI (2004) telah dapat dikumpulkan judul tulisan, naskah, dan dokumen sebanyak 200 judul, dengan rincian: flora (97 judul), fauna (37 judul), ekologi (33 judul), geologi (10 judul), etnobotani-sosial-ekonomi-budaya (9 judul), manajemen (7 judul), konservasi (6 judul), pendidikan (3 judul), fenologi (2 judul), dan ekowisata (1 judul). Tulisan tertua yang dapat ditemukan adalah naskah tentang budaya yang ditulis oleh Snouck Hurgronje (1903) dan tulisan terbaru adalah dokumen perjalanan survei Ladia Galaska yang ditulis oleh Tahan Uji (2004). (Sumber: Renstra BTNGL)

 

 

Daftar Penelitian di Stasiun Penelitian Ketambe 1995-2005 (.pdf)

 

Daftar Penelitian di Bukit Lawang 1995-2005 (.pdf)

 
Abstrak Hasil Penelitian Leuser
  1. Berdasarkan luas bidang dasar semua jenis, hutan bekas pembalakan ini akan mencapai kondisi seperti hutan primer yang tidak terganggu dalam waktu 56 tahun setelah pembalakan, tetapi berdsarkan luas bidang dasar Dipterocarpaceae pemulihan ini memerlukan waktu 172 tahun. Kanopi hutan belum sepenuhnya pulih dan penutupan rumpang spenuhnya diperkirakan memerlukan waktu 53 tahun sejak hutan dibalak. Selengkapnya>>....

 



:: Copyright © 2005 - 2007 :: Developed by BTNGL .........................................................................Support by SOS-OIC